Metilda Menimawati Gulo
Metilda Menimawati Gulo
Metilda Menimawati Gulo
Senin, 29 Mei 2017
Rabu, 08 Maret 2017
101 TAHUN
Ada
yang datang, ada yang pergi!
Begitu
juga dengan kelahiran, pasti ada kematian!
Jujur
sebenarya aku takut menulis kata-kata ini. Tetapi untukmu agar kau dikenang di
seluruh dunia nenekku. Yah 101 dibalik cerita. Banyak pengalaman, banyak
pendidikan,banyak harapan, impian, cita-cita serta cerita kehidupan yang dia jalani.
Dia
nenekku, di umur 101 tahun dia pergi. Dan cerita hidup 101 tahun itu akan
selalu dikenang oleh anak, cucu dan cicitmu. Terimakasih buat harapan, doa dan
nasihat yang kamu berikan. 101 akhir dari hidup tetapi kisah akan selalu
dikenang.
Dia menikah diumur belasan tahun. Ya dia anak pertama dari 13 orang bersaudara. Dan hanya dia diantara saudaranya bisa sampai 101 tahun.
Masa mudanya dia adalah perempuan, cantik nan elok. Bagaimana tidak dia bisa menari. Ya diumur dia tua sekalipun dia akan melakukan apa yang dia senangi. Aku masih ingat waktu saudara-saudaraku menikah dia menari dengan sangat indah, senyum, gerak-geriknya. ah, mempesona.
Ya, tidak lupa kami berasal dari keluarga dari petani.
Dia mempunyai 8 anak yang harus dia urus di umur yang mungkin aku bisa katakan saat itu dia berumur antara 20-30 tahun yang harus dia nafkahi. Mata pencaharian adalah bercocok tanam. Dia mengelolah sawah, kebun coklat, kebun karet.
Ada cerita dari abangku namanya Fa'a ya dia cucu dari anak tertua nenek. Kalau aku masih 20 tahun abangku ini mungkin umurnya 30 tahun semoga salah ya bang Fa'a. Dulu waktu dia main, dan tinggal di rumah nenek dia pasti megambil buah coklat di kebun dan dia selalu diomelin. Karena kalau makan coklat akan sakit perut. Coklat yang aku bicarakan bukan Silverquuen Loh ya! Tapi coklat dari pohon kakao.
Sekarang,
aku aka cerita yang aku tau tentang dia,
Kata malas tidak pernah keluar dari bibirnya! Pernah suatu saat gara-gara keluarga meminta dia untuk tetap tenang di rumah dia diam-diam pergi ke kebun. Astaga, sungguh aku bilang ini nekat. Bayangkan dia jalan kaki. . Waowww
Aku
saja diminta jalan kaki 1 kilo saya pikir sudah nos-ngosan di jalan. Ini sebuah
pelajaran dari orang tua usil ini. 101 tahun jangan bilang dia baik-baik saja.
Waktu itu aku masih ingat saat aku masih SD dia pernah sakit yang luar biasa.
Tidak bisa jalan bahkan buang airpun tak bisa apalagi makan ya. Dan keluarga
mengatakan ini memang akhirnya tetapi tidak kawan, dia sembuh! Sampai akhirnya
dia bisa bertahan sampai 101 tahun.
Satu
lagi, nenek ku ini sangat tidak suka dengan gaya atau hal baru. Atau kata lainnya
mengikuti perkembangan zaman. Bayangkan saja baju baru yang dibeli papa, mama
ataupun keluarga lain seldom she used. Walaupu itu sangat mahal atau kamu beli
dari luar negeri ataupun dimanalah. Kalau tidak dipaksa atau memang benar-benar
dipakai misalnya ada acara keluarga barulah dia keluar. Karena satu hal yang
dia katakan “aku tidak bisa mengikuti perkembangan ini, biarlah aku menjadi
diriku sendiri yang begini apa adanya tanpa aku memaksakan menjadi diri orang
lain”. Ah nenek ini benar-benar yaaa...
Nyatanya, aku tidak bisa mengantar kamu ke tempat terakhirmu! Ya Maaf untuk itu. Aku harap kamupun mengerti itu. Dan kamu pasti mengerti.
Ah,
kamu nenek tua.
Hidupmu
luar biasa! 101 tahun dibalik kisah dan ceritamu akan selalu kukenang. Mungkin
kamu adalah satu dari sekian orang bisa bertahan di umur 101 tahun ini. Dan
saya mengatakan kamu adalah bagian sejarah dunia meninggal di umur 101 tahun.
Dikau adalah pahlawan keluarga.
Didikanmu
yang luar biasa bisa membawa anak-anakmu, cucumu, cicitmu merasakan apa
dampaknya dan semoga doamu selama ini sampai generasi berikutnya menjadi orang
sukses dan berguna untuk gereja, bangsa, negara dan akan selalu membahagiakan
semua orang.
Dari Cucumu yang selalu kamu doakan.
Metilda Menimawati Gulo
Selasa, 11 November 2014
Uneg-uneg yang terpendam tentang Pilkada Melalui DPRD
Sebenarnya
aku udah berhenti untuk buat tulisan ini sebelumnya. Gara-gara salah
seorang abng yang sangat baik bernama Romi Josenaldos Lulung memberikan
motivasi untuk melanjutkannya. Menulis itu segala-galanya ketika kita
tak mampu untuk berbicara..\
hahahaa,,
Danke banyak ya mas bro..
Hati resah sebagaimana yang dialami oleh masyarakat yang peduli akan negeri ini.
ketika mengetahui HAK nya di rebut oleh DPRD. betapa kejamnya orang-orang dari partai politik yang mendukung pilkada melalui DPRD.
saya jadi heran reformasi yang sebenarnya udah mulai tertata rapi kembali ke Orba(Orda Baru).
"Pilkada dilaksanakan secara langsung merupakan antitesa kepemimpinan orde baru yang melanggengkan kekuasaan melalui pemilu. pemilu langsung menjadi ruang pembuka demokratisasi secara luas," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. dan saya setuju dengan mantan Presiden RI ini.
akankah DPRD sesuai dengan hati nurani rakyat siapa yang sepantasnya mereka pilih? bukankah mereka juga dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka dalam berbagai hal agar negara ini tercipta kedamaian,sejahtera,adil dan makmur??
jika keadaannya sudah begini aku merasa bahwa yang berkuasa dan orang-orang yang setuju dengan ini hanya mengambil keuntungan semata, tidak untuk kepentingan rakyat. bukankah pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan pelaksannan UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 bahwa "
Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar". Ini mencerminkan keadaan yang sebenarnya tentang pengaturan kekuasaan tertinggi. Di mana pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. bukankah begitu??
UU Pilkada telah mengkhianati rakyat. Hak rakyat untuk memilih kepala daerah menjadi hilang.
apalagi anak-anak yang baru menuju umur 17 tahun yang tidak pernah merasakan pemilu itu berlangsung dan ikut bagian di dalamnya. betapa kecewanya. termasuk aku. aku merasa ini semua direncanakan karena haus akan kekuasaan. yang tidak peduli dan bagaimana hati rakyat itu.
dimana makna Sila ke-4 pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan” yang katanya:
• Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
• Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
• Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
• Bermusyawarah sampai mencapai katamufakat diliputidengan semangat kekeluargaan.
tidak ada sama sekali., sudahkah Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah? sudahkah mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Aku rasa belum.
jika pilkada melalui DPRD hanya karna issue kalau pilkada langsung berpotensi menimbulkan konflik horisontal sehingga merusak tatanan sosial dan moral bangsa. *Sepertinya harus BELAJAR LAGI :)
hahahaa,,
Danke banyak ya mas bro..
Hati resah sebagaimana yang dialami oleh masyarakat yang peduli akan negeri ini.
ketika mengetahui HAK nya di rebut oleh DPRD. betapa kejamnya orang-orang dari partai politik yang mendukung pilkada melalui DPRD.
saya jadi heran reformasi yang sebenarnya udah mulai tertata rapi kembali ke Orba(Orda Baru).
"Pilkada dilaksanakan secara langsung merupakan antitesa kepemimpinan orde baru yang melanggengkan kekuasaan melalui pemilu. pemilu langsung menjadi ruang pembuka demokratisasi secara luas," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. dan saya setuju dengan mantan Presiden RI ini.
akankah DPRD sesuai dengan hati nurani rakyat siapa yang sepantasnya mereka pilih? bukankah mereka juga dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka dalam berbagai hal agar negara ini tercipta kedamaian,sejahtera,adil dan makmur??
jika keadaannya sudah begini aku merasa bahwa yang berkuasa dan orang-orang yang setuju dengan ini hanya mengambil keuntungan semata, tidak untuk kepentingan rakyat. bukankah pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan pelaksannan UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 bahwa "
Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar". Ini mencerminkan keadaan yang sebenarnya tentang pengaturan kekuasaan tertinggi. Di mana pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. bukankah begitu??
UU Pilkada telah mengkhianati rakyat. Hak rakyat untuk memilih kepala daerah menjadi hilang.
apalagi anak-anak yang baru menuju umur 17 tahun yang tidak pernah merasakan pemilu itu berlangsung dan ikut bagian di dalamnya. betapa kecewanya. termasuk aku. aku merasa ini semua direncanakan karena haus akan kekuasaan. yang tidak peduli dan bagaimana hati rakyat itu.
dimana makna Sila ke-4 pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan” yang katanya:
• Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
• Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
• Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
• Bermusyawarah sampai mencapai katamufakat diliputidengan semangat kekeluargaan.
tidak ada sama sekali., sudahkah Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah? sudahkah mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Aku rasa belum.
jika pilkada melalui DPRD hanya karna issue kalau pilkada langsung berpotensi menimbulkan konflik horisontal sehingga merusak tatanan sosial dan moral bangsa. *Sepertinya harus BELAJAR LAGI :)
Cintaku Menyakitiku
Hari-hari aku lalui tanpa senyum indah yang terurai dari bibirnya.
Kerinduanku tak pernah terbalas
Dia pergi yang mencintaiku
Bersabar memang yang harus untuk saat ini
Perih rasanya tanpa dia yg benar aku rindukan
Kerinduan ini benar-benar mengecewakan
Pergi walau hanya sekejap
Tapi perih rasanya dengan semua ini
Rasanya Iigin berteriak, malam yang memilukan
Rasanya ingin bersamamu..
Cintamu benar-benar membuatku tak karuan dengan apa yang kau katakan..
Sulit untuk dimengerti...
Kumbangpun ikut merasakannya..
Cinta yang kau katakan seakan tak karuan tanpa kau disini..
Cepatlah pulang...
Cintaku sangat menyakitikuu...
Dan aku meragukan ituuu...
David Sayang :*
Kerinduanku tak pernah terbalas
Dia pergi yang mencintaiku
Bersabar memang yang harus untuk saat ini
Perih rasanya tanpa dia yg benar aku rindukan
Kerinduan ini benar-benar mengecewakan
Pergi walau hanya sekejap
Tapi perih rasanya dengan semua ini
Rasanya Iigin berteriak, malam yang memilukan
Rasanya ingin bersamamu..
Cintamu benar-benar membuatku tak karuan dengan apa yang kau katakan..
Sulit untuk dimengerti...
Kumbangpun ikut merasakannya..
Cinta yang kau katakan seakan tak karuan tanpa kau disini..
Cepatlah pulang...
Cintaku sangat menyakitikuu...
Dan aku meragukan ituuu...
David Sayang :*
Salah Perspektif
Memandang
sepele orang lain, bukanlah tanda kita lebih mulia dari orang itu.
Merendahkan orang lain, justru menjadi ciri kekurangan dan kelemahan
kita sendiri. Kelemahan itu terjadi karena kita tidak tahu menilai diri
dan orang yang kita sepelekan. Sikap menyepelekan, ternyata bisa
menjatuhkan dan mempermalukan kita, jika ternyata kondisi sebenarnya berbeda dengan penilaian kita.
Seperti yang terjadi sekarang ini, semua or ang hanya menilai orang dari penampilan, fisik dan tampan doang tanpa memperhatikan apa yang terjadi dan bagaimana orang itu yang sebenarnya. hari ini udah 6 orang yang menilai aku bergumulan sama orang-orang yang engga benar dan berantakan. mereka menilai gara-gara melihat foto saya bergaul sama cowok terus.
Mereka mengklaim bahwa yang aku lakukan tidak benar dan melanggar norma serta tidak menghargai diri.
Mereka engga pernah berpikir dan mempertanyakan dulu apa yang dibicarakan dan dilakukan dibalik itu semua.
Padahal, orang yang aku temui sekarang ini bukan orang-orang sembarangan. mereka punya gagasan dan ide-ide yang luar biasa yang mampu membuat aku dapat bijak lagi. selektif dalam dalam memilih segala sesuatu dan efesiae sehingga tidak membuang-buang waktu.
Mungkin dari merekalah hari-hari saya lebih hidup dan bermakna. Anak jalanan,pengamen,pemulung,banc i,prostitusi,apapun
dia yang mungkin orang lain tak pernah setuju tapi mereka sudah menjadi
bagian dari hidup saya. sebagai makhluk sosial dan berpendidikan
mungkin sebaiknya jangan pernah terhanyut dalam konstruksi dan cepat
mengambil perspektif dari yang kelihatan. telusurilah lebih dalam baru
kamu mengambil kesimpulan yang sesungguhnya. jika itu memang benar tidak
sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku maka jangna beberkan.
pergilah dan temuilah dia lalu katakan apa yang seharusnya dia lakukan.
sehingga tidak terjadi yang namanya konflik.
Menilai orang lain tanpa mengenalnya terlebih dahulu menjadi sebuah kebiasaan yang buruk dan perlu hilangkan. Kalau kita tidak suka orang lain menilai kita dengan penilaian yang macam-macam, mengapa kita tidak memulai untuk menghilangkan kebiasaan menilai orang lain? Rasanya hidup akan lebih tenteram tanpa adanya prasangka maupun dugaan yang belum tentu terbukti kebenaran. Okee :D
So…Jangan pernah menghakimi orang lain, Sebab anda tidak lebih baik dari yang lain. Kita adalah satu. Sama seperti anggota tubuh berbeda-beda, masing-masing punya peranan sekalipun berbeda,tetapi mereka tetap satu tubuh. cara kita menilai orang bisa menggambarkan siapa kita.
Okee teman-teman :D
Makasih yang sudah menilai saya terus salah sangka.
Metilda Menimawati Gulo
Seperti yang terjadi sekarang ini, semua or ang hanya menilai orang dari penampilan, fisik dan tampan doang tanpa memperhatikan apa yang terjadi dan bagaimana orang itu yang sebenarnya. hari ini udah 6 orang yang menilai aku bergumulan sama orang-orang yang engga benar dan berantakan. mereka menilai gara-gara melihat foto saya bergaul sama cowok terus.
Mereka mengklaim bahwa yang aku lakukan tidak benar dan melanggar norma serta tidak menghargai diri.
Mereka engga pernah berpikir dan mempertanyakan dulu apa yang dibicarakan dan dilakukan dibalik itu semua.
Padahal, orang yang aku temui sekarang ini bukan orang-orang sembarangan. mereka punya gagasan dan ide-ide yang luar biasa yang mampu membuat aku dapat bijak lagi. selektif dalam dalam memilih segala sesuatu dan efesiae sehingga tidak membuang-buang waktu.
Mungkin dari merekalah hari-hari saya lebih hidup dan bermakna. Anak jalanan,pengamen,pemulung,banc
Menilai orang lain tanpa mengenalnya terlebih dahulu menjadi sebuah kebiasaan yang buruk dan perlu hilangkan. Kalau kita tidak suka orang lain menilai kita dengan penilaian yang macam-macam, mengapa kita tidak memulai untuk menghilangkan kebiasaan menilai orang lain? Rasanya hidup akan lebih tenteram tanpa adanya prasangka maupun dugaan yang belum tentu terbukti kebenaran. Okee :D
So…Jangan pernah menghakimi orang lain, Sebab anda tidak lebih baik dari yang lain. Kita adalah satu. Sama seperti anggota tubuh berbeda-beda, masing-masing punya peranan sekalipun berbeda,tetapi mereka tetap satu tubuh. cara kita menilai orang bisa menggambarkan siapa kita.
Okee teman-teman :D
Makasih yang sudah menilai saya terus salah sangka.
Metilda Menimawati Gulo
Ceritamu Motivasiku
bersama dengan senyum senja yang indah.
sejenak berdiam diri memandang kakek tua yang gemulai
dan dia tersenyum..
tanpa paksaan kakiku mulai menghampiri sosok itu
dia tersenyum dan mengatakan kamu begitu manis nak,
hadapilah segala sesuatu yang terjadi tanpa menyalahkan siapapun
aku mulai meneteskan aitr mataa..
'aku bagaikan orang yang tidak tau arah kemana aku mencari,
begitu susuah untuk memaknai kehidupan ini.
tapi satu penyemangat hidup"Orang yang kita cintai"
apapun akan aku lakukan demi mereka."
perjuangan itu sangat indah dan mudah jika dijalankan dengan cinta"
tunggu cerita selanjutnya :)
TJ,2013
Ketika kamu adalah pilihanku
Masa lalu pasti ada kenangan indah yang tak bisa terlupakan,
sesuatu yang akan membuat kita tersenyum sendiri saat sendiri,
ada juga yang membuat nangis,kecewa,marah,emosi bahkan
menyalahkan dirinya sendiri.
Masa lalu, yah masa lalu.
aku engga pernah meratapinya,
rindu itu wajar! tapi,
berharap untuk kembali pun tak pernah ada dalam benakku
aku pasti kesal dan mood pasti berubah,
sepeti yang kau katakan"Cuek"
jika kamu duluan menuduh,
memahami itu penting sayang,,
Yang aku tau,,,
aku sangat mencintaimu dan menyayangimu,
dan mencoba mengerti apa yang kamu katakan
kamu jangan pernah berpikir apapun yang tak pernah aku pikirkan
kamu harus tau!
Ketika kamu adalah pilihanku,
maka jagalah aku dan cintailah aku dengan segala ketulusanmu..
jangan dengarkan kata mereka!
sesuatu yang akan membuat kita tersenyum sendiri saat sendiri,
ada juga yang membuat nangis,kecewa,marah,emosi bahkan
menyalahkan dirinya sendiri.
Masa lalu, yah masa lalu.
aku engga pernah meratapinya,
rindu itu wajar! tapi,
berharap untuk kembali pun tak pernah ada dalam benakku
aku pasti kesal dan mood pasti berubah,
sepeti yang kau katakan"Cuek"
jika kamu duluan menuduh,
memahami itu penting sayang,,
Yang aku tau,,,
aku sangat mencintaimu dan menyayangimu,
dan mencoba mengerti apa yang kamu katakan
kamu jangan pernah berpikir apapun yang tak pernah aku pikirkan
kamu harus tau!
Ketika kamu adalah pilihanku,
maka jagalah aku dan cintailah aku dengan segala ketulusanmu..
jangan dengarkan kata mereka!
Langganan:
Komentar (Atom)
