Metilda Menimawati Gulo

Metilda Menimawati Gulo

Rabu, 08 Maret 2017

101 TAHUN


Ada yang datang, ada yang pergi!
Begitu juga dengan kelahiran, pasti ada kematian!
Jujur sebenarya aku takut menulis kata-kata ini. Tetapi untukmu agar kau dikenang di seluruh dunia nenekku. Yah 101 dibalik cerita. Banyak pengalaman, banyak pendidikan,banyak harapan, impian, cita-cita serta cerita kehidupan yang dia jalani.

Dia nenekku, di umur 101 tahun dia pergi. Dan cerita hidup 101 tahun itu akan selalu dikenang oleh anak, cucu dan cicitmu. Terimakasih buat harapan, doa dan nasihat yang kamu berikan. 101 akhir dari hidup tetapi kisah akan selalu dikenang.

Dia menikah diumur belasan tahun. Ya dia anak pertama dari 13 orang bersaudara. Dan hanya dia diantara saudaranya bisa sampai 101 tahun. 
Masa mudanya dia adalah perempuan, cantik nan elok. Bagaimana tidak dia bisa menari. Ya diumur dia tua sekalipun dia akan melakukan apa yang dia senangi. Aku masih ingat waktu saudara-saudaraku menikah dia menari dengan sangat indah, senyum, gerak-geriknya. ah, mempesona.

Ya, tidak lupa kami berasal dari keluarga dari petani.
Dia mempunyai 8 anak yang harus dia urus di umur yang mungkin aku bisa katakan saat itu dia berumur antara 20-30 tahun yang harus dia nafkahi. Mata pencaharian adalah bercocok tanam. Dia mengelolah sawah, kebun coklat, kebun karet. 

Ada cerita dari abangku namanya Fa'a ya dia cucu dari  anak tertua nenek. Kalau aku masih 20 tahun abangku ini mungkin umurnya 30 tahun semoga salah ya bang Fa'a. Dulu waktu dia main, dan tinggal di rumah nenek dia pasti megambil buah coklat di kebun dan dia selalu diomelin. Karena kalau makan coklat akan sakit perut. Coklat yang aku bicarakan bukan Silverquuen Loh ya! Tapi coklat dari pohon kakao.

Sekarang, aku aka cerita yang aku tau tentang dia,

Nenekku ini, kalau aku bilang sangat keras kepala. Pernah suatu saat papa dan mama marah. Bukan hanya papa, mama tetapi bapak sulung, bungsu bahkan keluargaku jelasnya anak-anaknya menegurnya. Bayangkan di umurnya yang sepuh dia nekat masih jualan baju dan jual hasil perkebunan yang dia kumpulkan sendiri. Aku engga habis pikir dengan orang tua ini. Alhasil, hasil penjualannya pun keluarga tidak tahu. Padahal anaknya bisa menghidupinya. Pernah suatu waktu itu dia panggil aku diam-diam dan mengatakan tulis nama-nama orang ini dia punya utang sama nenek. Astaga, aku tertawa. Aku enggak tau bagaimana dia menyuruhku menulis nama-nama padahal jujur saja nenekku tidak bisa membaca(butu hufuf) dan belum pernah sekolah. Saya merasa ini orang tua udah pikun tetapi masih ingat duit saja. Mata duitan, tetapi duitnya enggak tahu kemana! Haha! Tetapi tidak, aku katakan dia pekerja keras, perempuan pejuang.

Kata  malas tidak pernah keluar dari bibirnya! Pernah suatu saat gara-gara keluarga meminta dia untuk tetap tenang di rumah dia diam-diam pergi ke kebun. Astaga, sungguh aku bilang ini nekat. Bayangkan dia jalan kaki. . Waowww

Aku saja diminta jalan kaki 1 kilo saya pikir sudah nos-ngosan di jalan. Ini sebuah pelajaran dari orang tua usil ini. 101 tahun jangan bilang dia baik-baik saja. Waktu itu aku masih ingat saat aku masih SD dia pernah sakit yang luar biasa. Tidak bisa jalan bahkan buang airpun tak bisa apalagi makan ya. Dan keluarga mengatakan ini memang akhirnya tetapi tidak kawan, dia sembuh! Sampai akhirnya dia bisa bertahan sampai 101 tahun.

Satu lagi, nenek ku ini sangat tidak suka dengan gaya atau hal baru. Atau kata lainnya mengikuti perkembangan zaman. Bayangkan saja baju baru yang dibeli papa, mama ataupun keluarga lain seldom she used. Walaupu itu sangat mahal atau kamu beli dari luar negeri ataupun dimanalah. Kalau tidak dipaksa atau memang benar-benar dipakai misalnya ada acara keluarga barulah dia keluar. Karena satu hal yang dia katakan “aku tidak bisa mengikuti perkembangan ini, biarlah aku menjadi diriku sendiri yang begini apa adanya tanpa aku memaksakan menjadi diri orang lain”. Ah nenek ini benar-benar yaaa...  

Nyatanya, aku tidak bisa mengantar kamu ke tempat terakhirmu! Ya Maaf untuk itu. Aku harap kamupun mengerti itu. Dan kamu pasti mengerti. 

Ah, kamu nenek tua.

Hidupmu luar biasa! 101 tahun dibalik kisah dan ceritamu akan selalu kukenang. Mungkin kamu adalah satu dari sekian orang bisa bertahan di umur 101 tahun ini. Dan saya mengatakan kamu adalah bagian sejarah dunia meninggal di umur 101 tahun. 

Dikau adalah pahlawan keluarga.
Didikanmu yang luar biasa bisa membawa anak-anakmu, cucumu, cicitmu merasakan apa dampaknya dan semoga doamu selama ini sampai generasi berikutnya menjadi orang sukses dan berguna untuk gereja, bangsa, negara dan akan selalu membahagiakan semua orang.

Dari Cucumu yang selalu kamu doakan.
Metilda Menimawati Gulo

Selasa, 11 November 2014

Uneg-uneg yang terpendam tentang Pilkada Melalui DPRD

Sebenarnya aku udah berhenti untuk buat tulisan ini sebelumnya. Gara-gara salah seorang abng yang sangat baik bernama Romi Josenaldos Lulung memberikan motivasi untuk melanjutkannya. Menulis itu segala-galanya ketika kita tak mampu untuk berbicara..\
hahahaa,,
Danke banyak ya mas bro..

Hati resah sebagaimana yang dialami oleh masyarakat yang peduli akan negeri ini.
ketika mengetahui HAK nya di rebut oleh DPRD. betapa kejamnya orang-orang dari partai politik yang mendukung pilkada melalui DPRD.
saya jadi heran reformasi yang sebenarnya udah mulai tertata rapi kembali ke Orba(Orda Baru).

"Pilkada dilaksanakan secara langsung merupakan antitesa kepemimpinan orde baru yang melanggengkan kekuasaan melalui pemilu. pemilu langsung menjadi ruang pembuka demokratisasi secara luas," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. dan saya setuju dengan mantan Presiden RI ini.

akankah DPRD sesuai dengan hati nurani rakyat siapa yang sepantasnya mereka pilih? bukankah mereka juga dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka dalam berbagai hal agar negara ini tercipta kedamaian,sejahtera,adil dan makmur??

jika keadaannya sudah begini aku merasa bahwa yang berkuasa dan orang-orang yang setuju dengan ini hanya mengambil keuntungan semata, tidak untuk kepentingan rakyat. bukankah pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan pelaksannan UUD 1945 Pasal 1 ayat 2 bahwa "
Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar". Ini mencerminkan keadaan yang sebenarnya tentang pengaturan kekuasaan tertinggi. Di mana pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. bukankah begitu??


UU Pilkada telah mengkhianati rakyat. Hak rakyat untuk memilih kepala daerah menjadi hilang.
apalagi anak-anak yang baru menuju umur 17 tahun yang tidak pernah merasakan pemilu itu berlangsung dan ikut bagian di dalamnya. betapa kecewanya. termasuk aku. aku merasa ini semua direncanakan karena haus akan kekuasaan. yang tidak peduli dan bagaimana hati rakyat itu.

dimana makna Sila ke-4 pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan” yang katanya:
•    Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
•    Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
•    Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
•    Bermusyawarah sampai mencapai katamufakat diliputidengan semangat kekeluargaan.

tidak ada sama sekali., sudahkah Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah? sudahkah mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Aku rasa belum.

jika pilkada melalui DPRD hanya karna issue kalau pilkada langsung berpotensi menimbulkan konflik horisontal sehingga merusak tatanan sosial dan moral bangsa. *Sepertinya harus BELAJAR LAGI :)

Cintaku Menyakitiku

Hari-hari aku lalui tanpa senyum indah yang terurai dari bibirnya.
Kerinduanku tak pernah terbalas
Dia pergi yang mencintaiku
Bersabar memang yang harus untuk saat ini
Perih rasanya tanpa dia yg benar aku rindukan
Kerinduan ini benar-benar mengecewakan
Pergi walau hanya sekejap
Tapi perih rasanya dengan semua ini
Rasanya Iigin berteriak, malam yang memilukan
Rasanya ingin bersamamu..
Cintamu benar-benar membuatku tak karuan dengan apa yang kau katakan..
Sulit untuk dimengerti...
Kumbangpun ikut merasakannya..
Cinta yang kau katakan seakan tak karuan tanpa kau disini..
Cepatlah pulang...
Cintaku sangat menyakitikuu...
Dan aku meragukan ituuu...
 

David Sayang :*

Salah Perspektif

Memandang sepele orang lain, bukanlah tanda kita lebih mulia dari orang itu. Merendahkan orang lain, justru menjadi ciri kekurangan dan kelemahan kita sendiri. Kelemahan itu terjadi karena kita tidak tahu menilai diri dan orang yang kita sepelekan. Sikap menyepelekan, ternyata bisa menjatuhkan dan mempermalukan kita, jika ternyata kondisi sebenarnya berbeda dengan penilaian kita.

Seperti yang terjadi sekarang ini, semua or ang hanya menilai orang dari penampilan, fisik dan tampan doang tanpa memperhatikan apa yang terjadi dan bagaimana orang itu yang sebenarnya. hari ini udah 6 orang yang menilai aku bergumulan sama orang-orang yang engga benar dan berantakan. mereka menilai gara-gara melihat foto saya bergaul sama cowok terus.

Mereka mengklaim bahwa yang aku lakukan tidak benar dan melanggar norma serta tidak menghargai diri.
Mereka engga pernah berpikir dan mempertanyakan dulu apa yang dibicarakan dan dilakukan dibalik itu semua.
Padahal, orang yang aku temui sekarang ini bukan orang-orang sembarangan. mereka punya gagasan dan ide-ide yang luar biasa yang mampu membuat aku dapat bijak lagi. selektif dalam dalam memilih segala sesuatu dan efesiae sehingga tidak membuang-buang waktu.
Mungkin dari merekalah hari-hari saya lebih hidup dan bermakna. Anak jalanan,pengamen,pemulung,banci,prostitusi,apapun dia yang mungkin orang lain tak pernah setuju tapi mereka sudah menjadi bagian dari hidup saya.  sebagai makhluk sosial dan berpendidikan mungkin sebaiknya jangan pernah terhanyut dalam konstruksi dan cepat mengambil perspektif dari yang kelihatan. telusurilah lebih dalam baru kamu mengambil kesimpulan yang sesungguhnya. jika itu memang benar tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku maka jangna beberkan. pergilah dan temuilah dia lalu katakan apa yang seharusnya dia lakukan. sehingga tidak terjadi yang namanya konflik.

Menilai orang lain tanpa mengenalnya terlebih dahulu menjadi sebuah kebiasaan yang buruk dan perlu hilangkan. Kalau kita tidak suka orang lain menilai kita dengan penilaian yang macam-macam, mengapa kita tidak memulai untuk menghilangkan kebiasaan menilai orang lain? Rasanya hidup akan lebih tenteram tanpa adanya prasangka maupun dugaan yang belum tentu terbukti kebenaran. Okee :D

So…Jangan pernah menghakimi orang lain, Sebab anda tidak lebih baik dari yang lain. Kita adalah satu. Sama seperti anggota tubuh berbeda-beda, masing-masing punya peranan sekalipun berbeda,tetapi mereka tetap satu tubuh. cara kita menilai orang bisa menggambarkan siapa kita.

Okee teman-teman :D
Makasih yang sudah menilai saya terus salah sangka.
Metilda Menimawati Gulo

Ceritamu Motivasiku

 
Sore hari nan cerah, aku berlari untuk memandang sekelilingku
bersama dengan senyum senja yang indah.
sejenak berdiam diri memandang kakek tua yang gemulai
dan dia tersenyum..
tanpa paksaan kakiku mulai menghampiri sosok itu
dia tersenyum dan mengatakan kamu begitu manis nak,
hadapilah segala sesuatu yang terjadi tanpa menyalahkan siapapun
aku mulai meneteskan aitr mataa..
'aku bagaikan orang yang tidak tau arah kemana aku mencari,
begitu susuah untuk memaknai kehidupan ini.
tapi satu penyemangat hidup"Orang yang kita cintai"
apapun akan aku lakukan demi mereka."
perjuangan itu sangat indah dan mudah jika dijalankan dengan cinta"

tunggu cerita selanjutnya :)
TJ,2013

Ketika kamu adalah pilihanku

 
Masa lalu pasti ada kenangan indah yang tak bisa terlupakan,
sesuatu yang akan membuat kita tersenyum sendiri saat sendiri,
ada juga yang membuat nangis,kecewa,marah,emosi bahkan
menyalahkan dirinya sendiri.

Masa lalu, yah masa lalu.
aku engga pernah meratapinya,
rindu itu wajar! tapi,
 berharap untuk kembali pun tak pernah ada dalam benakku

aku pasti kesal dan mood pasti berubah,
sepeti yang kau katakan"Cuek"
jika kamu duluan menuduh,
memahami itu penting sayang,,

Yang aku tau,,,
aku sangat mencintaimu dan menyayangimu,
dan mencoba mengerti apa yang kamu katakan
kamu jangan pernah berpikir apapun yang tak pernah aku pikirkan

kamu harus tau!
Ketika kamu adalah pilihanku,
maka jagalah aku dan cintailah aku dengan segala ketulusanmu.. 
jangan dengarkan kata mereka!